Subscribe

RSS Feed (xml)



Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Minggu, 04 April 2010

Kegiatan Belajar 4
1. Pembaruan Pendidikan
a. Pembaruan Pendidikan
• Inovasi pembelajaran menurut Hamijoyo adalah perubahan yang baru dan kualitatif berbeda dari dari hal yang ada sebelumnya serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan.
• Sedangkan menurut Ibrahim adalah inovasi dalam bidang pendidikan atau inovasi yang dilakukan untuk memecahkan masalah pendidikan.
b. Pembaruan Pembelajaran
a) Kecenderungan Pembaruan
Pembaruan dalam pembelajaran erat kaitannya dengan teknologi pembelajaran. Teknologi pembelajaran sebagai salah satu teknologi dalam perubahan pendidikan atau pembelajaran.
b) Peralihan Paradigma
• Paradigma pengajaran
Paradigma pengajaran ini menekankan bahwa di dalam kelas gurulah yang sangat penting. Target pengajaran adalah guru telah menyelesaikan program pengajarannya.
• Paradigma pembelajaran
Pada paradigma ini, tujuan pembelajaran di arahkan pada 3 ranah yaitu:
o Ranah kognitif
o Ranah afektif
o Ranah psikomotorik
Jika disimpulkan maka ciri paradigma ini meliputi:
 PBM dirancang untuk kepentingan peserta didik
 Penerapan teori pendekatan system untuk design pembelajaran
 Perkembangan teori belajar dari berbagai sudut pandang tidak hanya dari aliarn behavioristik saja.
 Pemanfaatan media pembelajaran
 Penilaian berdasarkan penilaian acuan patokan.
• Paradigma belajar
Ciri-ciri paradigm ini:
o Proses belajar menggunakan konsep belajar mandiri
o Paradigma ini menggunakan pula media telekomunikasi sebagai saluran.
o Evaluasi belajar berorientasi pada pengembangan potensi individu sebagai portofolio
c. Model Pembaruan Pembelajaran
1) Teori pembelajaran: antara konstruktivisme dan objektivisme
2) Design pembelajaran
3) Media pembelajaran dan strategi pembelajaran
4) Evaluasi belajar
d. Peran Guru
Guru berguna perancang atau fasilitator belajar, bahkan dalam paradigm baru para guru adalah manajer bagi peserta didik.
2. Fenomena di Indonesia
A. Pergantian = Pembaruan atau perubahan?
B. Pembauran pembaruan dan perubahan
o Universitas terbuka sebagai perubahan
a. Agen Perubahan
b. Infrastruktur
o Universitas terbuka sebagai Pembaruan
a. Proses belajar
b. Peran Guru
o Bahan Ajar
C. Pergantian di bidang Pendidikan: KBK dan Modul
a. Kurikulum Berbasis Kompetensi
o Alasan penerapan KBK
o Perkembangan KBK
o Tujuan penerapan KBK untuk Pembelajaran
o Perbedaan format Kurikulum 1994 dan KBK
o Strategi penyusunan KBK
b. Modul
o Persepsi modul di Indonesia
o Pengertian modul
o Struktur / format modul
o Konsep dasar
o Manfaat dan keterbatasan
Kegiatan belajar 3
Sumber daya manusia untuk pembaruan dan perubahan
A. SDM UNTUK PEMBARUAN DAN PERUBAHAN
Sumber daya manusia dalam pembaruan dan perubahan adalah orang-orang atau masyarakat tertentu yang terlibat dalam pemanfaat suatu pembaruan atau perubahan. Pihak Pertama (Pengguna/adopters) merupakan komponen terpenting dan dapat diartikan sebagai suatu kelompok masyarakat yang berada dalam tatanan sosial dan perilaku tertentu yang terkait secar budaya dan kondisi geografis. Pihak kedua (pencetus) bisa lebih diartikan sebagai Agent of change atau agen perubahan.

1. Kategori pengguna (Adopters) menurut Rogers
Kutipan kurva pengguna menurut Roggers, 1995 adalah sebagai berikut:
Innovations : 2,5%
Early Adopters:13,5%
Early Majority:34%
Late Majority:34%
Leggards:16%

2. Analisis Karakteristik Pengguna
a. Pencetus : pada kurva diatas menempati sisi yang paling kiri dengan proporsi 2,5% dari perkiraan masyarakat sasaran. Hal tersebut mencerminkan bahwa pencetus hanya dimiliki oleh orng-orang tertentu saja. Walaupun mempunyai Presentase yang paling rendah, namun mempunyai nilai yang positif (terletak di sisi paling kiri) dan diyakini kelompok ini paling menguntungkan pada pembaruan dan perubahan. Ia sangat berbeda berani melakukan terobosan atau hal-hal yang baru yang tidak pernah dilakukan oleh orang lain dan mempunyai cara pikir yang luas dan mendalam.
b. Pengguna Dini : julukannya adalah rasa hormat(respect). Pengguna dini biasanya dapat berintegrasi dengan baik dengan masyarakat dini dan masyarakat lambat. Mempunyai presentase 13,5% dan lebih banyak dibandingkan dengan pencetus, serta dapat menjadi penyambung lidah yang baik bagi suatu pembaruan dan perubahan.
c. Masyarakat Dini : kategorinya yaitu menerima pembaruan dan perubahan beberapa saat sebelum masyarakat luas. Sering berinteraksi langsung dengan masyarakat, tetapi tidak mempunyai posisi khusus di mata masyarakat. Masyarakat dini mempunyai proporsi presentsase 34%, keberadaan mereka terbilang unik, mereka adalah orang kebanyakan yang lebih maju, di atas rata-rata, tetapi membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memutuskan menerima suatu perubahan dan pembaruan.
d. Masyarakat Lambat : cenderung ke arah kanan kurva dan berdekatan dengan kelompok terpencil maka perlu mendapat perhatian khusus bagi upaya penyebaran pembaruan dan perubahan. Masyarakat ini memerlukan waktu yang sangat lama untuk menerima pembaruan dan perubahan, bahkan memiliki kecenderungan untuk menolaknya.
e. Kelompok Terpencil : Kelompok ini sering mengisolasi diri terhadap perubahan dan pembaruan. Arti terpencil itu sendiri lebih menunjuk pada lokasi tertentu (terpelosok). Presentase yang ditunjukkan kurvanya 16% (perlu diwaspadai. Doperkirakan kelompok ini dapat mengganjal proses adopdsi.
3. Agen Perubahan (change Agent)
Menurut havelock ciri kepribadian seseorang agen perubahan ialah seseorang yang selalu memiliki keinginan untuk berubah dan melihat celah perubahan dalam segala kegiatan dan kehidupannya, serta berusaha untuk mewujudkan perubahan itu.
4. Pemimpin
Sifat kepemimpinan ada 2, yaitu formal dan non formal.
a. Pemimpin Formal : orang yang diberi kewenangan penuh dan tanggung jawab untuk memimpin dan mengelola suatu organisasi secara resmi. Keabsahannya dinyatakan secara tertulis dalam bentuk surat keputusan, bisa dinyatakan sebagai jabatan. Bahkan jika dianggap sangat penting bisa diambil sumpah jabatannya. Pemimpin ini berhak membuat atau memutuskan kebijakan terkait dengan kepentingan organisasinya. Tugas ini memungkinkan seorang pemimpin formal berpotensi menjadi agen perubahan, perubahan besar-besaran mungkin saja terjadi dalam waktu singkat. Arus perubahan akan berjalan selama masa jabatan berlaku.
b. Tokoh masyarakat atau panutan (opinion Leaders) : memperoleh pengakuan dari massa atau masyarakat karena ia memiliki keistimewaan atau kelebihan yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang, seperti kharisma, pendidika yang lebih tinggi serta kemampuan pengalaman yang berbeda. Kewenangan yang ia miliki adalah kewenangan pribadi. Seorang jenis ini oleh masyarakat tidak mudah tergantikan. Ia dianggap pemimpin sampai ia meninggal atau muncul tokoh baru. Ia dapt berperan sebagai agen pembaruan dan menganjurkan masyarakat untuk meenerima atau bahkan menolak pembaruan.

B. KECENDERUNGAN PERILAKU DI ORGANISASI
1. Karakteristik masyarakat “KRITIS”
a. Penolakan (resistance) : inovasi atau perubahan sering menemui kendala penolakan dari SDM, seperi yang terjadi pada difusi inovasi pada suatu organisasi. O’Connor (1993, hal. 111) menyatakan, “resistance at its most obvious is a slow motion response to meet agreement or even a complete refusal, covert or overt” Definisi tersebut menjabarkan penolakan suatu respon lambat atau penolakan sebenarnya untuk bekerjasama menerima perubahan. Ia menekankan bahwa penolakan dapat dilakukan dengan berterus terang, tanpa atau dengan maksud tertentu sehingga perubahan tidak terjadi dalam organisasi.
b. Sikap menolak sebagai perilaku kritis : bagi O’Connor, siapapun orangnya, pemimpin formal berkewajiban untuk mengurangi bahkan kalau bisa menghilangkan perilaku penolakan ini dari orang-orang tertentu. Penolakan haruslah dianggap sebagai suatu yang wajar, namun harus tetap diatasi, caranya adalah menghadapi penolakan dengan langsung dan menganggap orang-orang atau dokter yang menolak memiliki perilaku kritis.

2. Kategori Perilaku kritis masyarakat
a. Cara penolakan : tertutup (covert) dan terbuka (overt)
Orang-orang yang berkepribadian terbuka biasanya melakukan penolakan dengan jelas yang disertai dengan srgumentasinya.
b. Perilaku : sadar (consius) dan tidak sadar (unconsius)
SDM yang tidak sadar menolak pembaruan dan perubahan umumnya adalah pihak yang salah tanggap tentang perubahan tersebut karean memperoleh informasi yang menyimpang. Orang-orang ini mudah terpengaruh dan diombang-ambingkan oleh pendapat orang lain. Mereka umumnya bersifat acuh tak acuh dan bahkan mereka tidak menyadari sikap mereka merugikan organisasi.

3. Perempatan Penolakan (Resistance Quadrant)
Kategori perilaku
• Rentang perilaku tertutup-sadar: the saboteur
• Rentang perilaku tertutup-tidak sadar: the Survivor
• Rentang perilaku terbuka-tidak sadar: the Zombie
• Rentang perilaku terbuka- sadar: the protester

Covert (tertutup)
Unconsius
(tidak sadar) Survivor Saboteur Consious
(sadar)
Zombie Protester
Overt (terbuka)
Penjelasan Masing-masing Kategori Sebagai Berikut.
 The Saboteur (tentang perilaku tertutup sadar)
Jenis ini terlihat seolah-olah menerima perubahan. Padahal mereka menganggap perubahan sepele. Penerimaan sering kali dilontarkan dalam kata-kata, namun sebenarnya mereka mempertanyakannya. Dengan memanfaatkan berbagai cara termasuk kekacauan, the saboteur berusaha menghadang penyebaran pembaruan. Karena berkarakter antara sadar-tertutup maka kegiatannya mereka lakukan secara menyelinap dan diam-diam. Tidak menutup kemungkinan saboteur ini bisa mempengaruhi seorang atau kelompok yang termasuk survivor.
 The Survivor (Tertutup-Tidak Sadar)
Adalah kelompok pelaksana atau pekerja, mereka jarang mengambil inisiatif untuk melakukan sesuatu. Mereka menyelesaikan pekerjaan karena mereka merasa harus menyelesaikannya. Mereka tak ayal lebih mirip robot, tak tahu apa yang harus mereka lakukan untuk peningkatan mutu kinerja. Perilaku seperti ini harus dikelola secara hati-hati agar ia dapat menerima inovasi dengan baik. Sebenarnya ia menolak perubahan, namun ia cenderung menutupinya sehingga ia tidak terdeteksi oleh penolak.
 The Zombie (Terbuka-Tidak sadar)
Arti sebenarnya adalah mayat hidup atau berjalan. Jadi, gerak-gerik SDM yang termasuk kelompok ini cenderung mengacu pada pola lama yang enggan berubah.jika datang perubahan mereka menghindar dan perilaku mereka kembali ke pola lama. Mereka merasa senang dan nyaman dengan situasi stabil, tidak ada perubahan yang sudah berlangsung lama. Kemungkinan ia tidak menghiraukan inivasi, namun ia juga tidak menghambat inovasi itu sendiri. Para zombie dapat berubah jika ada satu gebrakan yang membuat mereka kembali berpikir untuk berubah.
 The Protester (Terbuka-Sadar)
Adalah kelompok orang yang menolak inovasi dan perubahan dengan berterus terang. Mereka mempunyai argumnetasi sendiri kenapa mereka menolak perubahan. Bahkan mereka beranggapan bahwa penolakan tersebut akan berdampak baik bagi organisasi. Sebenarnya terkadang mereka bermaksud ‘melestarikan’ dan protektif terhadap organisasi mereka. Protester mudah dideteksi karena berada dalam rentang sadar-terbuka. Protester tidak berupaya untuk menghadang diam-diam atau membuat kekacauan secara tidak langsung. Mereka tidak mempengaruhi kelompok lain agar menolak perubahan, mereka menolak karena mereka merasa tidak cocok. Kelompok ini sering kali menerima informasi yang salah.
Kegitan belajar 2
Model Pembaruan dan Perubahan
A. PENGEMBANGAN PERUBAHAN MODEL SALISBURY, 1994
Pelaksanaan model Salisbury tergantung pada itikad baik suatu organisasi pendidikan untuk mengembangkan dan meningkatkan mutu.
Lima bidang yang perlu dibenahi dalam pembaruan bidang pendidikan menurut Salisbury:
a. Sistem berpikir (system thinking )
System berpikir menyangkut pada cara berpikir seseorang, keloompok atau lembaga pendidikan tentang suatu masalah pendidikan. Salisbury menyatakan bahwa suatu system terdiri atas berbagai subsistem dan subkomponen yang mempunyai fungsi masing- masing. Dengan koordinasi yang baik serta harmonis, seluruh subsistem bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya.
Kelancaran proses pendidikan terjadi karena semua subkomponen bekerja dengan baik dan benar sesuai fungsi masing- masing untuk mencapai tujuan.
b. Sistem rancangan (system design )
Terkait dengan system berpikir, system rancangan merupakan penerapan dari system berpikir yang menjadi landasan system. System rancangan tidak hanya terkait dengan rancangan pendidikan maupun system pendidikan. Rancangan system terkait dengan struktur dan proses, sarana dan prasarana yang dibutuhkan berikut harmonisasi tata kerja seluruh subkomponen.
c. Ilmu mutu (quality science )
Ilmu mutu dalam dunia sangat memperhatikan kepuasan dan keberhasilan peserta didik. Mutu dapat dikembangkan berdasarkan teknik khusus seperti bench marking. Benchmarking adalah cara membandingkan organisasi yang satu dengan organisasi lain yang bergerak dalam bidang yang sama.
d. Pengelolaan perubahan (change management)
Perubahan dapat dikelola dengan tepat agar dapat diterima dan menjadi bagian dari rutinitas sehari- hari.
Pengelolaan perubahan berguna untuk:
1. Mempersiapkan mental orang- orang dalam organisasi agar dapat menerima perubahan
2. Memahami peran setiap individu dalam proses perubahan
3. Memahami tahapan perubahan
4. Mengubah penolakan menjdi sesuatu yang bersifat konstruktif

3 tahapan dalam perubahan
1. Tahap persiapan, adalh upaya pimpinan untuk mempersiapkan secara psikologis dengan cara menyadakan seluruh pihak terhadap pentingnya perubahan
2. Tahap penerimaan, adalah tahap gagasan atau ide mulai diterima walaupun dengan ragu- ragu
3. Tahap komitmen, adalah tahap membiasaka diri terhadap perubahan yang telah dinilai positif oleh semua pihak.

Kecemasan atas perubahan
1. Diri sendiri
Kecemasan atas diri sendiri dianggap sebagai gejala normal yang ditunjukkan seseorang terhadap perubahan. Kecemasan ini berkaitan dengan andil seseorang dalam organisasi. Setiap orang memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan.
2. Tugas/ pekerjaan
Kecemasan atas pekerjaan timbul karena perubahan dapat menyebabkan seseorang kehilamgan banyak waktu untuk mengerjakan sesuatu yang baru.
3. Dampak
Setiap prubahan selain memerlukan waktu dan kesempatan untuk mengenali, mempelajari dan memahaminya, selalu mengundang kemungkinen penolakan.
e. Teknologi pembelajaran (instructional technology)
Teknologi pembelajaran membawa masyarakat ke perubahan yang cukup berarti. Perubahan terkait dangan hal- hal berikut ini:
a. Teknik ilmiah untuk melakukan perbaikan dan perubahan pola belajar dan penyajian materi.
b. Proses ilmiah yang diterapkan untuk mengembangkan produk dan dan program pembelajaran melalui serangkaian uji coba dan perbaikan
c. Proses memodifikasi kemampuan manusia dengan cara menawarkan proses pembelajaran dengan pola yang berbeda

Teknologi pembelajaran menerapkan langkah- langkah sebagai berikut
a. Menentukan model desain pembelajaran
b. Meremuskan tujuan belajar yang lebih tepat
c. Melakukan analisis tugas dan materi ajar
d. Membuat grafis pemilihan media pembelajaran
e. Melaksanakan uji coba seluruh system pembelajaran
f. Menentukan para pakar yang dapat membantu memilih program dan teknologi tepat guna untuk belajar
g. Menerapkan penggunaan multimedia

Kelima komponen tersebut disebut oleh Salisbury sebagai teknologi.
Pendapatnya ini menjelaskan bahwa teknologi tidak selalu terkait dengan perangkat keras atau computer.

B. PENGEMBANGAN PREMBARUAN ROGERS, 1995
Tahapan- tahapan pembaruan menurut Rogers:
a. Tahap pengetahuan (knowledge stage)
Ada 3 jenis pengetahuan tentang pembaruan, yaitu:
1. Pengetahuan ‘kesadaran’
Pengetahuan ini terkait dengan keberadaan pembaruan. Seseorang merasa dan tahu ada pembaruan
2. Pengetahuan ‘ bagaimana’
Pernyataan ini mendorong orang tersebut untuk mencari jawaban mengenai pembaruan itu sendiri
3. Pengetahuan ‘prinsip’
Pengetahuan prinsip mendorong seseorang untuk mendalami bagaimana tata alur kerja pembaruan itu sendiri
b. Tahap pendekatan (persuasion stage)
Pada tahap ini, masyarakat pengguna biasanya mulai mekikirkan sikap terhadap pembaruan. Sikap menyukai atau menolak biasa timbul dengan sendirinya
c. Tahap keputusan (decision stage)
Setelah beberapa waktu, para pengguna memutuskan menerima (adopsi) atau menolak pembaruan. Proses adopsi yaitu, masyrakat menerima dan menerapkan pembaruan dalam kehidupan sehari- hari. Penolakan dibagi ke 2 kelompok yaitu, penolakan aktif dan pnolakan pasif
d. Tahap penerapan (impliementation stage)
Pada tahap ini sikap proaktif untuk menerapkan pembaruan terjadi. Mereka dengan senang hati mulai menggunakan pembaruandalam kehidupan sehari- hari
e. Tahap konfirmasi (confirmation stage)
Pada tahap konfirmasi, seseorang atau kelompok masyarakat sampai pada tahap mencari penguatan atas penerapan perubahan sehingga pelaksanaan perubahan diteruskan dan dikembangkan
f. Saluran komunikasi (communication channels)
Upaya- upaya memperkenalkan pembaruan biasanya melalui saluran komunikasi.
Kegiatan Belajar 1
PRINSIP-PRINSIP PEMBARUAN
DAN PERUBAHAN

A. PEMBARUAN

1. Pengertian pembaruan
a. Definisi pembaruan (innovation)
Pembaruan adalah perubahan, ide, gagasan yang mendorong seseorang sebagai penggunaan dalam bekerja dan berkarya jauh berbeda dan lebih baik dari sebelumnya; atau menghasilkan dimensi kinerja yang baru.
b. Aspek kebaruan
Suatu kegiatan, proses, produk, atau temuan ilmiah dianggap sebagai pembaruan karena kegiatan, proses, produk atau temuan ilmiah itu sebelumnya belum pernah aada atau belum pernah dipergunakan sehingga, memiliki aspek kebaruan.
c. Temuan ulang (Reinvention)
Temuan ulang merupakan proses daur-ulang pembaruan karena pembaruan tersebut sudah dimodifikasi atau disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sebagai pengguna atau hasil kaji-ulang suatu kegiatan adopsi dna implementasi pembaruan.
d. Kekhasan pembaruan
Kekhasan pemnbaruan tersebut meliputi 1) manfaat relative (relative advantage), 2) sesuai (compatibility), 3) rumit (complexity), 4) dapat diicoba (trialability), 5) dapat diamati (observability)

2. Jenis pembaruan

a. Rentang pembaruan: internasional, nasional, regional, dan local
Rentang pembaruan meruppakan rumusan mengenai adopsi dan dampak suatu penbaruan yang diukur secara geografis dan bersifat kewiilayahan.

b. Ragam pembaruan: program, prosuk dan teknologi
1) Pembaruan program
Pembaruan menyangkut program, berkaitan dengan pembaruan yang bersifat abstrak. Termasuk diantaranya adalah kebijakan, keputusan, konsep baru, rumusan hasil kajian dan penelitian.
2) Produk dan teknologi
Pembaruan produk adalah pembaruan yang berwujud (tangible), konkret, berbentuk suatu barang. Kemunculan pembaruan produk sering kali dikaitkan dengan kemunculannya sebagai teknologi
3. Sumber pembaruan
Peluang pembaruan terjadi karena berikut ini.
a. Tak terduga
Keberhasilan, kegagalan atau peristiwa tak terduga dapat menimbulkan gagasan untuk menemukan inofasi. Hal tersebut bias tergolong ke dalam proses penemuan (discovery) yang tidak direncanakan akibat dari suatu uapaya atau tindakan dalam rangka mencapai suatu tujuan.
b. Ketidakselarasan
Ketidakselarasan sebenarnya dikenal dengan penelusuran kebutuhan. Biasanya penelusuran kebutuhan bertujuan untuk menemukan penyebab kesenjangan atau perbedaan dari keadaan yang ideal dan kenyataan. Dengan demikian, pembaruan ditemukan sebagaisuatu solusi.
c. Kebutuhan proses
Kebutuhan proses merupakan sumber inovasi yang berawal dari suatu kesenjangan antara kemampuan saat ini dan tujuan pelaksanaan pekerjaan.
d. Struktur industry
Sector industry mempunyai kekuatan yang khas untuk mendorong terjadinya pembaruan.
e. Demografi
Perubahan demografi ditunjukkan dengan perubahan penduduk dalam jumlah, ostruktur umur, komposisi, jenis pekerjaan, status pendidikan, dan penghasilan. Perubahan-perubahan tersebut merupakan pemicu perubahan pada pola konsumsi (dari segi jenis, jenis konsumen, dan volume)
f. Perubahan persepsi
Inovasi yang muncul dari perubahan perrsepsi tumbuh dikarenakan adanya perubahan pemahaman terhadap makna atau cara pandang akan suatu hal yang sama. Perubahan persepsi tersebut dipengaruhi oleh beberapa alasan diantaranya perubahan pada tatanan nilai-nilai yang dianut, perubahan rasa, dan perubahan pada image yang berhasil diproyeksikan.
g. Pengetahuan baru
Inovasi jenis ini mincul akibat dari perpaduan antara sejarah, pengalaman, peneliotian, dan ilmu pengetahuan, selain hal-hal yang bersifat informasionnal. Inovasi ini bersifat konvergen yang berarti gabungan berbagai macam jenis pengetahuan dan jika pengetahuan tersebut belum tersedia maka inovasi ini tidak tercipta.




B. PERUBAHAN
1. Pengertian perubahan
a. Pengertian perubahan
Ada perbedaan yang tidak terlihat di antara pembaruan dan perubahan. Perubahan sesungguhnya tidak selalu dikategorikan sebagai sesuatu gagasan, objek atau benda yang benar-benar baru. Pada pelaksanaannya, pembaruan sudah pasti membawa perybahan, namun perubahan belum tentu mengandung aspek kebaruan. Perubahan menampilkan sesuuatu yang berbeda dari sebelumnya.
b. Sifat perubahan
O’Connor mengasumsikan ada tiga sifat perubahan, yaitu rutin, perbaikan, dan inovatif.

2. Jenis perubahan
a. Perubahan social
Perubahan social yaitu perubahan yang terjadi secara kumulatiif, bertahap, serta memakn waktu relative lama. Perubahn ini bias any tidak terlalu dihiraukan karena dampak yang timbul sedikit demi sedikit sehingga masyarakat tidak merasakannya. Perubahan social dapat berbentuk pola piker, pendapat, pendidikan, dan sebagainya.
b. Peubahan organisasi
Perubahan organisasi adalah perubahan yang bersifat cepat dan segera (constant). Sering kali perubahan ini membawa dampak buruk berupa ketidakpastian, kecemasan atau intrik-intrik social.
c. Perubahan teknologi
Perubahan yang terjadi biasanya secara beruntun, da sering menimbulkan ketidaksiapan yang dapat menyebabkan teknologi dijauhi oleh lapisan masyarakat.

3. Keterkaitan antara Pembaruan dan Perubahan
Persamaan
a. Karakteristtik pembaruan berkaitan dengan cakupan dan ragam berlaku sama dengan perubahan.
b. Dapat dirancang dan dikelola dengan pola yang sama.
c. Pembaruan dan perubahan memerlukan pendekatan tertentu kepada klien masyarakat atau khalayak agar tidak menimbulkan salah tanggap, kebingungan atau konflik.
d. Baik pembaruan maupun perubahan, dapat terjadi secara internasional, nasional, regional, dan local dengan kategori abstrak dan konkret.
e. Pembaran atau perubahan sering berkaitan dengan teknologi.

Perbedaan:
* Pembaruan
a. Pembaruan selalu dikaitkan dengan upaya adopsi dengan pendekatan individu
b. Rentang pembaruan meliputi semua cakupan
c. Gagasan, kegiatan, objek harus benar-benar baru, belum (pernah) ada sebelumnya. Penggunaan pembaruan iu harus diperkenalkan kepada masyarakat oleh ppihak-pihak tertentu.
d. D. pembaruan ditujukan kepada individu tertentu atau memandang masyarakat sebagai kekuatan individu.
e. Pendekatan pengenalan dan penyebaran mengikuti alur peran individu dalam masyarakat.
f. Adopsi pembaruan memerlukan rentang waktu relative lama.

*Perubahan
a. Perubahan merupakan adopsi yang dilakukan secara kelembagaan atau keorganisasian
b. Rentang perubahan bersifat lebih sempit, biasanya banyak yang bersifat local.
c. Ggagasan, kegiatan, objek tidak selalu harus baru, tetapi berbeda dari yang sebelumnya, bisa bersifat reinvention.
d. Perubahan sering terjadi di dalam organisasi tertentu, baik dalam lingkup yang besar atau luas maupun yang sempit.
e. Pendekatan pengenalan dan penyebarannya mengikuti harmonisasi, budaya dan kepemimpinan dalam organisasi.
f. Adopsiperubahan memerlukan waktu lebih singkat.



Perkenalan

Selamat Pagi Dunia
Meskipun pada saat ini adalah malam hari tapi kami selalu mengatakan SELAMAT PAGI, hal itu dikarenakan pagi hari adalah waktu dimana kami merasa segar, fresh dan siap untuk menantang dunia.

kami adalah 8 Orang yang nekat, bayangkan kuliah cuma bertujuh dan kuliah dimulai pada jam 5 sore(mungkin akan diajukan menjadi jam 4..hehehehe), Ngeri nggak???


Kata Orang Tak Kenal maka tak sayang, untuk lebih afdholnya perkenalkan nama kami:
1. Romiyanto Nim:1401909115
2. Rian Ariftianto Nim:1402407003
3. Alindha Aryua Eka Nim:1402407004
4. Ika Fitrianing Dewi Nim:1402407026
5. Ibrohim Abah Imron Nim:1402407034
6. Fibri Budi Laksono Nim:1402407042
7. Kukuh Setyorini Nim: 1402407043
8. Rizal Hidayat Nim:1402407169


demikian perkenalan Singkat dari kami, Untuk Informasi Lebih Lanjut Silahkan Tinggalkan Komentar.